Kelainan Hipospadia pada Aprilia Manganang, Pevoli 28 Tahun Idaman Wanita

  • oleh
hipospadia pada aprilia

 

Beberapa waktu belakangan ini, dunia olahraga tanah air tengah dihebohkan dengan kelainan hipospadia pada Aprilia Manganang. Sempat beredar kabar bahwa Aprilia merupakan seorang transgender atau interseks. Padahal, kenyataannya, Aprilia tidak termasuk dalam semua kategori tersebut.

Kelainan hipospadia yang diidap Aprilia diungkapkan langsung oleh Andika Perkasa selaku KSAD Jenderal TNI. Lantas, apa sebenarnya kelainan hipospadia itu? Ingin tahu lebih lanjut mengenai hipospadia? Simak penjelasannya dibawah ini:

Pengertian Hipospadia

Kelainan hipospadia pada Aprilia Manganang mungkin sangat jarang terdengar. Pasalnya, kelainan ini memang sangat langka dan hanya diidap kurang dari 15.000 orang di Indonesia. Secara sederhana, hipospadia adalah kelainan ambiguitas kelamin.

hipospadia dialami oleh anak laki-laki sejak lahir

Hipospadia merupakan kelainan yang dialami oleh anak laki-laki sejak lahir dimana lubang atau pembukaan uretra letaknya tidak di ujung penis. Jika seorang anak laki-laki menderita kelainan hipospadia, maka uretra akan terbentuk secara abnormal pada minggu ke 8-14 kehamilan.

Pembukaan uretra yang abnormal ini dapat muncul dimana saja, mulai dari bawah penis hingga skrotum. Akibat letak lubang uretra yang abnormal, seorang laki-laki akan kesulitan atau harus duduk saat buang air kecil.

Berdasarkan letak lubang uretra, kelainan hipospadia dibagi menjadi 3 jenis, yakni:

  1. Penoscrotal : letak lubang uretra di antara skrotum dan penis, atau bisa skrotum saja
  2. Subcoronal : letak lubang uretra di dekat kepala penis
  3. Midshaft : letak lubang uretra di sepanjang batang penis

Penyebab Hipospadia

Hipospadia pada Aprilia Manganang belum diketahui penyebab pastinya. Akan tetapi, dapat dipastikan bahwa hipospadia diderita seorang anak laki-laki sejak berada di dalam kandungan. Ketika penis mulai berkembang pada janin, ada hormon yang merangsang pembentukan kulup dan uretra.

Hipospadia dapat terjadi apabila hormon-hormon tersebut rusak dan menghambat pertumbuhan uretra. Meskipun belum diketahui penyebab hipospadia secara pasti, tapi ada banyak ahli yang terus melakukan penelitian untuk mengupas tuntas kelainan langka ini.

Pada beberapa tahun terakhir, peneliti Amerika Serikat, CDC melaporkan temuan penting terkait penyebab hipospadia pada Aprilia atau penderita lainnya. Berikut beberapa kemungkinan faktor penyebabnya:

1.     Kelainan Genetika

Pada banyak kasus, hipospadia disebabkan oleh kelainan genetika. Bila anak laki-laki menderita hipospadia, maka bisa jadi saudara laki-laki atau ayahnya menderita hipospadia juga. Faktor keturunan ini diyakini sebagai kemungkinan terbesar seorang anak laki-laki mengidap hipospadia.

2.     Ibu Melakukan Perawatan Kesuburan

Anak merupakan karunia dari Tuhan yang ditunggu-tunggu pasangan suami-istri. Sayangnya, tidak semua orang beruntung dan dikaruniai anak dengan mudah.

Banyak ibu yang sulit memiliki anak mencoba segala cara untuk meningkatkan kesuburan, salah satunya dengan terapi hormon. Meskipun dapat memicu kehamilan, nyatanya hal ini sangat beresiko dan berpotensi menimbulkan hipospadia pada Aprilia dan bayi laki-laki lainnya.

3.     Berat dan Usia Ibu Hamil

Tahukah Anda bahwa berat dan usia ibu hamil dapat menjadi pemicu terjadinya kelainan hipospadia? Seperti yang Anda ketahui, ibu hamil pasti mengalami penambahan berat badan saat masa kehamilan.

Namun, pada beberapa kasus, berat badan meningkat drastis hingga tak terkendali. Obesitas pada ibu hamil inilah yang mungkin menjadi penyebab bayi terlahir dengan hipospadia.

Selain itu, ibu hamil yang melahirkan bayinya di usia 35 tahun atau lebih juga rentan melahirkan bayi hipospadia. Tak hanya hipospadia, melahirkan di usia tua cukup berbahaya dan memiliki banyak resiko yang dapat berakibat fatal.

4.     Paparan Rokok

Anda pasti sudah tahu bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan manusia, khususnya ibu hamil. Pasalnya, rokok mengandung banyak zat berbahaya yang mematikan.

Jika seorang ibu hamil terpapar asap rokok, maka potensi terganggunya kesehatan janin akan semakin tinggi. Pada beberapa kasus, paparan asap rokok dapat memicu kelainan hipospadia pada Aprilia dan bayi laki-laki lainnya.

5.     Kelahiran Prematur

Ternyata, kelahiran prematur juga dapat menjadi faktor penyebab hipospadia. Kelahiran prematur merupakan kondisi dimana bayi lahir sebelum waktu yang seharusnya, seperti 6 atau 7 bulan kehamilan.

Jika bayi lahir prematur, kemungkinan ada beberapa organ yang tidak atau belum terbentuk dengan sempurna.

Gejala Hipospadia

Setiap penderita kelainan hipospadia mengalami gejala yang berbeda-beda. Pada beberapa kasus, lubang uretra terletak di bagian bawah ujung penis. Sementara itu, kasus lainnya memiliki lubang uretra di bawah batang penis. Meskipun jarang terjadi, lubang uretra juga dapat muncul di area skrotum.

Berkat letak lubang uretra yang abnormal, hipospadia pada Aprilia dan penderita lainnya akan mengalami gejala sebagai berikut:

  1. Bentuk penis melengkung ke arah bawah
  2. Bagian kulup hanya menutupi ujung kepala penis
  3. Percikan urine yang abnormal saat sedang buang air kecil

Penanganan Hipospadia

penanganan hipospadia

Kelainan hipospadia pada Aprilia maupun penderita lainnya harus diobati sesegera mungkin agar tidak terjadi kondisi yang lebih serius. Namun, hal itu tergantung seberapa parah hipospadia yang diderita seseorang. Bila penis tidak melengkung dan posisi lubang uretra sangat dekat dari posisi seharusnya, maka penanganan tidak perlu dilakukan.

Akan tetapi, jika lubang uretra letaknya sangat jauh dari posisi seharusnya, maka tindakan operasi perlu diambil. Secara umum, operasi dilakukan saat bayi menginjak usia 6 hingga 12 bulan. Tujuan dari operasi itu sendiri adalah untuk menempatkan lubang uretra ke posisi yang normal.

Tindakan operasi ini dapat dilakukan berkali-kali, tergantung tingkat keparahan hipospadia pada Aprilia yang ia derita. Setelah dioperasi, fungsi penis akan kembali normal seperti layaknya laki-laki pada umumnya. Perlu diingat, jangan melakukan sunat sebelum tindakan operasi dilakukan.

Mengenal Aprilia Manganang, Pevoli Indonesia Pengidap Hipospadia

hipospadia pada Aprilia

Meskipun hipospadia merupakan gangguan kelamin yang langka, tapi bukan berarti kelainan ini tidak mungkin terjadi. Salah satu tokoh yang tengah ramai menjadi perbincangan netizen adalah Aprilia Manganang.

Publik heboh lantaran kabar kelainan hipospadia pada Aprilia Manganang terkuak ke media. Siapa sebenarnya sosok Aprilia Manganang? Aprilia Manganang merupakan mantan pevoli putri Indonesia yang lahir pada tanggal 27 Maret 1992 di Sulawesi Utara.

Anak dari Suryati Bori Lano dan Akip Zamrud Manganang ini sudah pensiun bermain voli sejak tahun 2020. Aprilia merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Kakaknya bernama Amasya.

Sejak kecil, Aprilia hidup dalam keterbatasan. Aprilia selalu bekerja keras dan rajin belajar untuk membantu meringankan beban kedua orang tuanya. Beranjak remaja, Aprilia mulai tertarik dengan olahraga. Ketika duduk di bangku SMP, Aprilia belajar olahraga voli bersama kakaknya.

Sempat beralih dari voli, Aprilia memilih untuk menekuni olahraga basket saat duduk di bangku SMA. Kendati demikian, kecintaannya terhadap voli tidak dapat disembunyikan dan semakin meronta-ronta sejak melihat kakaknya sukses dalam olahraga tersebut. Berikut ini biodata singkat Aprilia Manganang:

  1. Nama : Aprilia Santini Manganang, sekarang Aprilio Perkasa Manganang
  2. Tempat, tanggal lahir : Tahuna, 27 April 1992
  3. Usia : 28 tahun
  4. Tinggi : 170 cm
  5. Berat : 70 kg
  6. Profesi : Mantan atlet voli & anggota KOWAD
  7. Klub : Valeria Papua Barat, Alco BNI, Jakarta Electric PLN
  8. Hobi : Travelling

Prestasi Aprilia Manganang

Prestasi Aprilia Manganang

Terlepas dari kelainan hipospadia pada Aprilia, masyarakat Indonesia sangat takjub dengan prestasi yang diraihnya. Berkarir sebagai atlet voli profesional sejak tahun 2011, tentu saja Aprilia mengantongi segudang prestasi. Pada tahun 2015, Aprilia meraih gelar Proliga bersama dengan Jakarta Electric PLN.

Tak hanya itu, Aprilia juga menyabet gelar pemain voli putri terbaik di ajang tersebut. Setelah itu, Aprilia terus menorehkan prestasi bersama klub Jakarta Electric PLN. Berkat postur tubuhnya yang kekar dan tinggi, Aprilia berhasil menambah dua gelar di Proliga secara beruntun.

Merasa belum cukup, Aprilia kembali mendapatkan prestasi pada tahun 2019 saat bergabung dalam PGN Popsivo Polwan. Musim itu, Aprilia berhasil mendapat gelar Proliga dan menjadi pemain terbaik. Aprilia juga sukses bersama dengan timnas putri Indonesia.

Medali perunggu Sea Games 2013 dan 2015 berhasil didapatkannya. Tak cukup sampai disitu, Aprilia juga sukses meraih medali perak pada ajang SEA Games tahun 2017. Sayangnya, Aprilia memutuskan untuk mengakhiri karier volinya pada tahun 2020 dan bergabung dengan TNI AD.

Itulah penjelasan mengenai hipospadia pada Aprilia Manganang, mantan pevoli putri Indonesia. Setelah melewati kebingungan yang cukup panjang, kini Aprilia dapat bernafas lega karena identitas aslinya sudah diketahui.

Dipastikan laki-laki, tidak membuat nama dan prestasi Aprilia Manganang sebagai atlet voli putri Indonesia dilupakan begitu saja.

 

Share and Enjoy !

Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *