2 Hari Lagi! Catat Jadwal Gerhana Matahari 2020 Sekarang Juga

Jadwal gerhana matahari 2020

Salah satu fenomena alam paling ditunggu tahun ini salah satunya adalah jadwal gerhana matahari 2020. Apakah Anda pernah melihat gerhana sebelumnya? Sudah atau belum sebaiknya Anda tetap perlu mengetahui seluk beluk tentang gerhana matahari.

Mengenal Lebih Dalam Pengertian Gerhana Matahari

Bumi bukanlah satu-satunya planet yang ada di alam semesta, terdapat jutaan elemen lain yang tidak terdeteksi radar. Elemen tersebut berada di posisinya masing-masing secara menyebar.

Semua tata surya tersebut bisa saja bergerak tidak sesuai aturannya sehingga mengakibatkan terjadinya fenomena alam langka. Salah satu paling ditunggu adalah gerhana matahari.

Gerhana matahari adalah kondisi dimana posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari. Sehingga, bulan terlihat menutupi seluruh atau sebagian cahaya matahari pada penampakan langit bumi.

Sebelum mencatat jadwal gerhana matahari 2020, simak dulu jenis gerhana matahari berikut ini.

4 Jenis Gerhana Matahari Paling Umum Terjadi dan Sering Terlihat

Berbagai fenomena alam memang semakin sering terjadi belakangan ini, salah satunya adalah gerhana matahari. Namun tahukah Anda bahwa kejadian tersebut tidak semuanya sama, ada empat jenis yang pernah terjadi di bumi. Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai macam-macamnya:

1. Gerhana Matahari Total

Pertama, ada jenis fenomena gerhana matahari total. Hal ini terjadi dikarenakan bulan menutupi matahari secara sepenuhnya. Prosesnya memang indah dan menyuguhkan pemandangan alam luar biasa mengagumkan. Banyak orang di seluruh dunia menunggu momen ini terjadi.

Gambar oleh Amy Bingham dari Pixabay

Gerhana matahari total lebih jarang muncul dibandingkan dengan jenis lainnya, terakhir muncul pada 2 Juli 2019 lalu. Siang akan terlihat benar-benar seperti malam, hanya sedikit cahaya korona putih memutari matahari. Namun sebaiknya Anda menyaksikannya dengan kacamata khusus agar lebih aman.

2. Gerhana Matahari Cincin

Fenomena satu ini kerap melintas di langit Indonesia juga, sempat beberapa kali kemunculannya bisa ditangkap dengan mata telanjang. Gerhana matahari cincin terjadi karena bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh permukaan matahari, sehingga bagian yang tidak tertutupi tampak seperti cincin.

Gambar oleh A Owen dari Pixabay

Jadwal gerhana matahari 2020 pada bulan Juni tanggal 21, tercatat terlihat di langit Tiongkok, Afrika Tengah, juga Kongo bahkan wilayah Indonesia seperti Sumatera dan Kalimantan. Waktu tersebut merupakan terakhir terjadinya fenomena gerhana matahari cincin. Annular atau nama lain dari gerhana matahari cincin, menjadi fenomena alam yang cukup menakjubkan, tentu sayang sekali untuk dilewatkan.

3. Gerhana Matahari Sebagian

Kemudian ada juga Gerhana Matahari sebagian yang juga kerap mampir di langit Indonesia. Peristiwa ini terjadi ketika matahari tidak ditutupi seluruh bagian bulan sehingga hanya tertutup sebagian saja, benar-hanya sedikit bagian dari matahari yang tampak gelap total. Namun sayangnya fenomena ini tidak masuk dalam jadwal gerhana matahari 2020.

Gambar oleh Chris Reich dari Pixabay

Walaupun hanya beberapa menit saja kejadian tersebut berlangsung, namun tetap saja melihat secara langsung sangat tidak disarankan. Hal ini karena bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada bagian retina mata. Untuk itu, sebaiknya tetap memakai pelindung seperti kacamata hitam agar aman melihat gerhana.

4. Gerhana Matahari Hibrida atau Campuran

Terakhir ada gerhana matahari campuran atau hibrida. Fenomena alam satu ini tergolong unik karena memiliki dua macam kejadian terjadi dalam satu waktu yang sama dan berurutan, yakni cincin dan matahari total. Terakhir muncul yakni pada 3 November 2013 atau 7 tahun silam, gerhana matahari hibrida muncul dengan sangat indah menghiasi langit.

Jadwal gerhana matahari 2020 tidak menampakkan adanya fenomena ini. Gerhana matahari hibrida terjadi ketika pemandangan matahari terhalang bulan sepenuhnya, kemudian sebagian atau sebaliknya. Waktu kejadian biasanya hanya sekitar 10 sampai 15 menit, melebihi durasi gerhana lainnya.

Urutan Jadwal Gerhana Matahari 2020, Lengkap dengan Lokasi Kejadian

Di tahun 2020 ini, tercatat ada beberapa kali fenomena gerhana matahari terjadi dan melintas di langit Indonesia. Pemandangan ini menjadi hiburan dari serangan virus corona yang saat ini tengah menyerang hampir seluruh bagian negara di bumi. Ini dia beberapa lokasi dan jadwal gerhana matahari 2020.

1. Gerhana Matahari Cincin

Jadwal gerhana matahari 2020 dimulai sejak tanggal 20 Juni kemarin menjadi jadwal gerhana matahari 2020.

Fenomena alam gerhana matahari cincin bisa disaksikan di berbagai belahan dunia seperti Tiongkok, beberapa kota Eropa bagian Selatan dan Timur, serta wilayah Australia juga turut menyaksikannya.

Berbeda dengan Indonesia, dimana fenomena yang terlihat cenderung lebih ke gerhana matahari sebagian saja, tidak membentuk cincin pada kepulauan Jawa. Namun dilihat dari Kalimantan, Sulawesi serta Maluku, bentuknya adalah gerhana matahari cincin.

2. Gerhana Matahari Total

Jadwal gerhana matahari 2020 selanjutnya diprediksi akan terjadi pada 14 Desember yang akan datang dengan jenis gerhana matahari total. Sayangnya fenomena alam langka ini tidak bisa disaksikan dari seluruh Indonesia. Wilayah bagian Barat akan mendapatkan kesempatan mengamati kejadian alam menakjubkan satu ini.

Meskipun begitu, biasanya akan dilakukan banyak liputan live dari berbagai media luar negri. Sehingga masyarakat dunia yang antusias ingin melihat bisa menyaksikan di saluran tersebut. Jadi lebih aman bagi orang tua maupun anak-anak di bawah umur.

Dampak Negatif Paparan Sinar Gerhana Matahari

Setelah mengetahui jadwal gerhana matahari 2020, mungkin Anda akan antusias menyaksikan fenomena alam gerhana matahari secara langsung, bukan?

Tapi perlu diingat, melihat secara langsung rupanya bisa berakibat buruk bagi mata. Karena ada paparan sinar radiasi, harus ada pelindung atau penyaring agar cahaya tidak langsung tembus ke bagian mata.

Berikut ini adalah beberapa dampak bahaya menyaksikannya secara langsung.

1. Kerusakan Mata Permanen

Dilansir dari informasi kesehatan yang ada, menyaksikan gerhana matahari secara langsung, meskipun hanya dalam jangka waktu beberapa detik saja bisa menyebabkan kerusakan mata permanen pada retina. Tepatnya ada di belakang bola mata manusia, atau istilah kedokterannya adalah retinopati surya.

Biasanya mereka yang nekat tidak memakai pelindung akan langsung terjangkit dampak buruk satu ini, bahkan bisa sampai mengarah pada kebutaan. Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya pasang kacamata atau melihat melalui teleskop agar lebih aman.

2. Efek Jangka Panjang

Selain bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada mata, cahaya ekstrim atau level kontras cahaya yang tinggi pada saat proses gerhana matahari mulai meredup justru lebih berbahaya lagi untuk dilihat secara langsung. Efeknya akan terasa setelah beberapa hari, tidak secara langsung dapat dirasakan.

Pupil di mata biasanya akan bereaksi pada saat gerhana matahari, terutama saat langit berubah menjadi sangat gelap. Jangan melepas kacamata saat gerhana sudah mulai lengser, Anda harus tetap menunggu sampai proses selesai sepenuhnya. Dengan begitu mata akan aman dari dampak negatif sinar gerhana matahari.

Gejala Kerusakan Mata Permanen

Bagi Anda yang masih mengabaikan dampak buruk dari menyaksikan gerhana matahari secara langsung bisa simak penjelasan berikut ini agar terhindar dari bahaya laten bahkan sampai kebutaan. Biasanya Anda tidak akan merasakan rasa sakit apapun saat retina mulai rusak dan merembet pada bagian lain.

Sampai akhirnya secara perlahan dalam kurun jangka panjang, penglihatan mulai terasa buram atau kabur. Sehingga tidak bisa melihat dengan jelas benda dengan jarak jangkauan dekat sekalipun. Bahkan, Anda akan melihat garis lurus tampak seperti permukaan yang miring.

Menyaksikan fenomena alam gejala matahari sebenarnya sah-sah saja, asalkan tetap memenuhi peraturan yang diberlakukan untuk keamanan. Seperti membeli kacamata khusus atau melihat dengan teropong saja, agar ada penyaring cahaya yang diterima mata.

Share and Enjoy !

0Shares
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *