Wajib Tahu! 13 Aturan Penempatan Huruf Kapital yang Benar Menurut PUEBI

  • oleh
penempatan huruf kapital yang benar

Untuk menghasilkan tulisan yang baik, kita perlu memperhatikan teknik penulisan yang benar menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Salah satunya tentang penempatan huruf kapital yang benar. Sehingga pembaca bisa lebih mudah memahami isi tulisan.

Lantas, dimana saja huruf kapital yang benar? Atau barangkali Anda bertanya, huruf kapital digunakan untuk apa saja berikan contohnya? Tidak perlu bingung lagi. Temukan jawabannya dalam artikel berikut.

Pengertian Huruf Kapital

penempatan huruf kapital yang benar

Pexels.com/Pixabay

Huruf kapital adalah huruf yang ditulis dengan ukuran lebih besar daripada yang lain. Karena itulah, huruf kapital juga sering disebut sebagai huruf besar. Biasanya ditulis paling depan dari sebuah kata atau kalimat tertentu. Penempatannya inilah yang perlu kita perhatikan dengan baik. 

Pastikan Anda menggunakan huruf kapital sesuai PUEBI. Jangan asal menempatkannya pada kata tertentu, karena maknanya bisa berubah. 

Contohnya saja Anda menggunakan huruf kapital saat menulis “Dia” sebagai kata ganti orang. Padahal, kata tersebut seharusnya ditulis menggunakan huruf kecil semua. Jika huruf D ditulis secara kapital, pembaca mengira bahwa Anda menulis “Dia” sebagai kata ganti Tuhan. 

Kenapa bisa begitu? Karena menurut PUEBI, istilah untuk menyebut Tuhan beserta kata ganti-Nya diharuskan menggunakan penempatan huruf kapital yang benar yakni di awal kata. 

Penempatan Huruf Kapital yang Benar 

penempatan huruf kapital yang benar

Pexels.com/Caryn

Aturan penempatan huruf kapital yang benar telah tertuang dalam PUEBI. Setidaknya ada 13 kondisi yang perlu menggunakan huruf kapital di awal kata. Apa sajakah itu? Apakah saya menggunakan huruf kapital? Simak 13 aturan menggunakan huruf kapital berikut ini.

1. Huruf Pertama di Awal Kalimat 

Setiap mengawali tulisan, pastikan Anda menggunakan huruf kapital di awal kata. Ingat, cukup huruf paling depannya saja, lalu tulis huruf lainnya dengan ukuran kecil. Jika kalimat telah diakhiri tanda titik, maka gunakan huruf kapital kembali pada huruf paling depan di awal kalimat berikutnya.

Sebagai contoh, perhatikan penempatan huruf kapital (yang diberi warna merah) pada contoh potongan cerita berikut: 

Setiap sore saya pergi ke lapangan untuk menonton kakak bermain sepak bola. Saya sangat senang, karena bertemu banyak teman baru. Apalagi kalau kakak menang pertandingan. Pulangnya pasti ditraktir bakso di warung Bu Mira.

2. Huruf Pertama Nama Orang

Penempatan huruf kapital yang benar selanjutnya yaitu untuk menulis kata yang mengandung unsur nama orang, baik nama asli maupun julukan. Bagaimana penggunaan huruf kapital pada nama orang? Anda perlu meletakkannya pada setiap huruf depan nama orang, termasuk nama tengah dan akhir.

Contohnya:

  • Arunika Ratna Lestari
  • Davinda Sutarji
  • Sulastri
  • Vino G Bastian
  • Dewa Kipas

Perlu diperhatikan, penempatan huruf kapital yang benar tidak perlu digunakan untuk menyebut istilah lain ‘anak dari’ seperti “bin” atau ‘binti’. Meskipun kata tersebut biasanya ada di tengah-tengah nama seseorang. Perhatikan  contoh penulisan berikut.

  • Ali bin Abi Thalib
  • Fatimah binti Muhammad

3. Huruf Pertama dalam Petikan Langsung

Saat menulis awal kalimat langsung juga perlu menggunakan huruf kapital. Biasanya teknik ini digunakan saat menulis petikan wawancara atau dialog tertentu. Berikut contohnya:

  • Adi bertanya, “Kenapa baru pulang?” 
  • Lembur,” jawabku singkat.

4. Huruf Pertama Nama Agama, Tuhan, dan Kitab Suci

Apapun agama, Tuhan, dan kitab sucinya, Anda perlu menggunakan huruf kapital pada huruf pertamanya. Begitu pula saat menulis kata ganti Tuhan. Perhatikan contoh berikut.

  • agama Islam, Kristen, Hindu, Budha
  • kitab suci Al-qur’an, Injil, Weda, Tripitaka
  • Ya Allah, tunjukkan jalan-Mu kepadaku

5. Huruf Pertama Gelar Tertentu

Saat ingin menuliskan gelar pada nama seseorang, pastikan Anda menggunakan penempatan huruf kapital yang benar pada huruf pertamanya. Mulai dari gelar pendidikan, kehormatan, keagamaan, keturunan, hingga saat gelar tersebut ditujukan sebagai kata sapaan. Contohnya seperti ini:

  • Sartika Dewinda, Sarjana Ekonomi
  • Insinyur Soekarno
  • Haji Syaiful
  • Sultan Nadhir
  • terima kasih, Yang Mulia

6. Huruf Pertama Istilah Jabatan 

Gunakan huruf kapital saat menuliskan nama seseorang yang mengandung jabatan dan pangkat tertentu. Berikut contohnya:

  • Presiden Jokowi
  • Laksamana Muda Maeda
  • Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan
penempatan huruf kapital yang benar

Pexels.com/Pixabay

7. Huruf Pertama Nama Suku, Bangsa, dan Bahasa

Penempatan huruf kapital yang benar juga berlaku saat ingin menuliskan nama suku, bangsa, serta bahasa. Contohnya:

  • suku Jawa, Bali, Madura, Sunda, Batak
  • bangsa Indonesia, Jepang, Belanda
  • bahasa Melayu, Inggris, Mandarin

Tapi, perlu diperhatikan bahwa aturan ini tidak berlaku untuk menuliskan kata turunan dari nama suku, bangsa dan bahasa tersebut. Contohnya dalam beberapa kata berikut:

  • pengindonesiaan
  • kecina-cinaan
  • keminggris

8. Huruf Pertama Nama Hari, Bulan, Tahun

Jika Anda bertanya apakah nama hari menggunakan huruf kapital di awal kata? Jawabannya iya. Begitu pula saat ingin menulis nama bulan dan tahun. Lihat contohnya berikut.

  • hari Senin, Selasa, Rabu
  • bulan Januari, Februari, Maret
  • tahun Masehi, Hijriah

9. Huruf Pertama Nama Geografi

Nama geografi di sini sangat banyak macamnya. Mulai dari nama benua, negara, kota, kabupaten, kecamatan, desa, hingga nama-nama gunung, selat, laut, dan sebagainya. Berikut contohnya:

  • Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan
  • Gunung Arjuna, Danau Toba, Selat Madura

10. Huruf Pertama Nama Negara, Lembaga, dan Dokumen

Penempatan huruf kapital yang benar berlaku untuk semua kata dalam nama negara, lembaga, atau dokumen tertentu, termasuk ketika ada kata ulang sempurna. Kecuali jika di dalamnya mengandung kata tugas, seperti untuk, di, ke, yang, dan, dari, dan sebagainya. Contohnya:

  • Republik Rakyat Cina
  • Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35 Tahun 2021 tentang Peraturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

11. Huruf Pertama Judul

Penempatan huruf kapital yang benar juga digunakan untuk menulis segala jenis judul. Mulai dari judul buku, artikel, lagu, makalah, dan sebagainya. Semua kata pada judul diawali huruf kapital, kecuali: kata depan (di, ke, dari, dll), kata hubung (dan, atau, serta, dll), kata seruan (dong, yuk, dll), kata sandang (para, si, sang, dll).

Aturan ini juga berlaku saat menyebut judul di tengah-tengah kalimat tertentu. Berikut contohnya:

  • Saya membaca buku Robohnya Surau Kami
  • Ibuku suka mendengarkan lagu Rehat ciptaan Kunto Aji
  • Artikel terbaruku baru saja dimuat di Jurnal Sastra dan Budaya

12. Huruf Pertama Singkatan

Huruf kapital di sini biasanya digunakan untuk menulis singkatan gelar, pangkat, atau sapaan pada seseorang. Contohnya:

  • S.Pd (Sarjana Pendidikan)
  • K.H (Kyai Haji)
  • Ny (Nyonya)

13. Huruf Pertama pada Kata Penunjuk Hubungan Kekerabatan

Penempatan huruf kapital yang benar juga berlaku jika Anda menulis kata penunjuk hubungan kekerabatan pada kalimat penyapaan atau pengacuan. Misalnya saat menulis sapaan untuk bapak, ibu, adik, serta kata sapa untuk menyebut Anda atau saudara. Perhatikan contoh berikut.

  • Ibu bertanya, “Ayah kemana, Dik?” 
  • Saya ucapkan terima kasih kepada Saudara yang telah hadir.
  • Ketua ingin Anda mengajukan surat izin terlebih dahulu.

Ternyata lumayan rumit ya? Daripada bingung soal penempatan huruf kapital yang benar, lebih baik serahkan kebutuhan tulisan Anda ke Oryza Writer. Kami adalah agensi terpercaya yang melayani jasa penulisan artikel SEO berkualitas untuk berbagai kebutuhan Anda.

 

Share and Enjoy !

Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *