11 Penulis Muda Indonesia Berbakat Paling Menginspirasi

penulis muda Indonesia berbakat

Menulis menjadi salah satu cara untuk bisa mengungkapkan pikiran, gagasan dan juga pengalaman ke dalam bentuk aksara, lambang, maupun simbol. Tujuan menulis salah satunya yakni agar dapat memudahkan orang lain dalam membaca dan memahaminya.

Keterampilan menulis merupakan keterampilan motorik yang dapat dikembangkan, karena menulis adalah perkembangan lebih lanjut dari kemampuan membaca. Seorang penulis sudah tentu pembaca, namun pembaca belum tentu penulis.

Dunia kepenulisan di Indonesia semakin berkembang pesat dan berwarna, hal ini ditandai dengan munculnya para penulis hebat dan berbakat. Bahkan banyak dari mereka yang terbilang masih muda. Penulis muda Indonesia berbakat ini muncul seiring dengan berkembangnya pendidikan yang lebih maju.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari revolusi industri yang berkembang pesat hingga saat ini. Penulis muda Indonesia berbakat mulai tumbuh dengan ide dan gagasan yang baru dan unik. Karya-karya mereka terpampang menghiasi dunia literasi.

Deretan Penulis Muda Indonesia Berbakat dengan Karya Puisi

1. Adimas Immanuel

Pria kelahiran Solo, 8 Juli 1991 ini masuk dalam kategori penyair muda dengan hasil karyanya dalam menulis buku puisi. Beberapa karyanya yang paling terkenal yakni Pelesir Mimpi, Empat Cangkir Kenangan, Suaramu Jalan Pulang yang Kukenali, dan Di Hadapan Rahasia.

3. Faisal Oddang

Faisal Oddang merupakan salah satu penulis muda Indonesia berbakat yang terkenal dengan karyanya “Di Tubuh Tarra dalam Rahim Pohon”. Penulis kelahiran Wajo, 18 September 1994 ini merupakan alumni Sastra Indonesia dari Universitas Hasanuddin.

Di usianya yang masih muda, Faisal telah banyak mendapatkan penghargaan dalam bidang sastra. Salah satu penghargaan tersebut berasal dari ASEAN Young Writers Award 2014 yang dilaksanakan di Thailand.

Pada tahun yang sama, Faisal juga mendapatkan penghargaan Cerpen Terbaik Kompas, cerpennya berjudul “Di Tubuh Tarra dalam Rahim Pohon,”

Selain berbakat dalam menulis cerpen, Faisal juga berbakat dalam bidang penulisan novel, hal ini terbukti dengan karya novelnya yang terpilih menjadi juara ke-4 dalam Sayembara Penulisan Novel Dewan Kesenian Jakarta.

Selain itu ia juga terpilih sebagai novelis terbaik oleh majalah Tempo dan dinobatkan sebagai Tokoh seni Tempo di bidang Prosa.

4. Norman Erikson Pasaribu

Penyair muda asal Jakarta ini sangat hobi menulis puisi. Pemuda kelahiran 1990 ini sukses mendapatkan penghargaan 5 besar Kusala Sastra Khatulistiwa pada kategori prosa tahun 2014, dengan puisinya yang berjudul “Kamu Yang Tau Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu.”

Pada tahun berikutnya Norman kembali menoreh tinta emas dalam Sayembara Manuskrip Buku Puisi Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

5. Mario F. Lawi

Anak muda kelahiran Kupan 1991 ini telah tertarik dalam dunia sastra sejak kecil. Pada tahun 2013 bukunya yang berjudul “Memoria” berhasil memperoleh penghargaan sebagai salah satu buku puisi rekomendasi majalah Tempo.

Pada tahun berikutnya, Mario kembali menggoreskan tintanya pada buku yang berjudul “Ekaristi” dan mendapatkan penghargaan sebagai buku puisi terbaik dari majalah Tempo. Deretan karya dari Mario diantaranya yakni Memoria, Lelaki Bukan Malaikat, Ekaristi, dan Mendengarkan Coldplay.

6. Rio Johan

Sepertinya Indonesia sekarang ini sedang di banjiri penulis muda millennial. Pasalnya banyak sekali dari penerbit indie yang menawarkan penerbitan secara gratis untuk semua genre. Meskipun millennial, bukan berarti mereka tidak bisa menulis dengan gaya klasik. Contohnya seperti sosok satu ini, Rio Johan.

Pemuda kelahiran 1990 ini banyak menghasilkan cerpen dengan gaya klasik, dan dengan genre fiksi ilmiah masa ini. Karya pertamanya “Aksara Amananunna,” berhasil masuk dalam 10 besar cerpen terbaik di Kusala Sastra Khatulistiwa 2014.

7. Dea Anugrah

Dea merupakan salah satu penulis muda Indonesia berbakat yang cukup layak diperhitungkan. Khususnya dalam penulisan puisi dan prosa. Dea adalah lulusan dari sarjana Filsafat, Universitas Gajah Mada (UGM).

Salah satu karyanya yang berjudul “Bakat Menggonggong,” terpilih menjadi salah satu buku Indonesia terbaik versi Majalah Rolling Stone Indonesia. Keunikan dari karya Dea adalah tulisannya yang sangat berisi, bermakna dan mampu membuat pembacanya merasa terkesan.

8. Bernard Batubara

Sebuah nama yang tidak asing lagi ditelinga para pembaca, pemuda satu ini sangat gemar menulis cerpen dan novel. Beberapa cerpennya telah dimuat di berbagai media cetak. Salah satu keunikan dari karya-karyanya adalah banyak dari tulisannya yang mengangkat tema tentang isu sosial.

Di beberapa even, Bernard pernah diminta untuk menjadi pembicara. Misalnya seperti pada acara Makassar International Writer Festival (MIFW) 2013 dan Asean Literary Festival (ALF) 2015.

9. Dwitasari

Salah satu penulis yang mengemas tulisannya dengan kisah cinta dan patah hati. Bagaimana tidak, melalui buku-bukunya Dwitasari dapat menghipnotis para membacanya. Hingga saat ini Dwitasari telah menulis kurang lebih 20 buku, 5 film, 1 album musikalisasi puisi dan 2 web series.

Diantara karya-karyanya yaitu, Raksasa dari Jogja, Jatuh Cinta Diam-Diam, Memeluk Masa Lalu, Tidak Pernah Ada Kita, Setelah Kamu Pergi, Hanya Tiga Kata, Spy in Love, dan lain-lain. Hampir dari semua karyanya ini menjadi best seller.

Deretan Penulis Muda Indonesia Berbakat dengan Karya Novel

1. Dee Lestari

Siapa yang tahu jika ternyata penulis ini telah memulai karirnya dalam bidang kepenulisan sejak usia yang muda? Dee telah mengeluarkan 12 bukunya dan semuanya masuk dalam kategori best seller.

Setelah diteliti, ternyata kunci yang Dee terapkan sebelum menulis adalah melakukan riset yang matang. Dee sangat detail dalam melakukan riset serta disiplin terhadap waktu yang dimiliki. Hampir semua karya Dee telah diadaptasi di layar lebar.

Diantara karya-karyanya yaitu, Akar (2002), Petir (2004), Partikel (2012), Gelombang (2014), Intelegensi Embun Pagi (2016), Filosofi Kopi (2006), Perahu Kertas (2009), Rectoverso (2008), Kepingan Supernova (2017), dan Aroma Karsa (2019).

2. Andrea Hirata

Siapa yang tidak kenal dengan kisah Laskar Pelangi? Ya, film yang diadopsi dari novel Laskar Pelangi ini berhasil mempengaruhi dan membuat pembacanya masuk ke dalam alur novel. Hingga bukunya ini pun tidak hanya menjadi National Best Seller, akan tetapi juga menjadi International Best Seller.

Deretan karya Andrea yang lain diantaranya, Edensor, Sang Pemimpi, Cinta di Dalam Gelas, Padang Bulan, Sirkus Pohon, Orang-Orang Biasa, Maryamah Karpov, Guru Aini, dan lain-lain. Sebagai sumbangsihnya dalam dunia sastra dan kepenulisan, Andrea juga mendirikan museum kata di tanah kelahirannya.

3. Maudy Ayunda

Maudy Ayunda juga menjadi salah satu dari penulis muda Indonesia berbakat. Bagaimana tidak, sosok muda yang multitalenta ini telah memiliki banyak prestasi yang membanggakan.

Selain sebagai penulis, Maudy juga berprestasi sebagai aktris, penyanyi, influencer pendidikan, dan sekaligus brand ambassador produk premium di Indonesia.

Sosok Maudy ternyata begitu professional, tidak heran jika Maudy bisa sukses di dunia entertainment sekaligus pendidikan. Maudy merupakan lulusan dari Universitas Oxford Inggris.  “Dear Tomorrow” merupakan salah satu karya nonfiksinya yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Saat ini telah kita jumpai banyak penulis muda Indonesia berbakat, karyanya tidak hanya sekedar menginspirasi, namun juga memotivasi dan menyentuh hati.  Maka, apresiasi terhadap karya-karya yang telah mereka ciptakan adalah sebuah keharusan.

Agar mereka tetap berkarya untuk memajukan negeri melalui literasi. Hingga akan muncul dari mereka para pemimpin yang tangguh dan militan, untuk Indonesia yang lebih maju.

Anda pun bisa menjadi seperti mereka, namun sebelum itu Anda harus menguasai kaidah Bahasa Indonesia agar tulisan Anda berkualitas dan layak tampil di publik.

Share and Enjoy !

0Shares
0

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *