Lompat ke konten
Beranda » Blog » Reseller vs Owner: Keuntungan yang Perlu Dipertimbangkan!

Reseller vs Owner: Keuntungan yang Perlu Dipertimbangkan!

Ada berbagai keuntungan menjadi reseller vs owner yang perlu dipertimbangkan dalam memulai bisnis. Anda bisa memilih satu antara menjadi reseller atau owner dalam menjalankan usaha. Namun, pilihan ini harus sesuai dengan kemampuan dan situasi Anda. 

Karena itu, Anda harus memahami terlebih dahulu apa itu peran sebagai reseller dan owner. Selain itu, ada aspek yang harus Anda pertimbangkan juga dalam memulai model usaha ini. Berikut merupakan pembahasan selengkapanya seputar dua posisi ini. 

Pengertian dari Reseller 

Sebelum membahas soal keuntungan menjadi reseller vs owner. Anda tentu harus memahami terlebih dahulu mengenai reseller dan bagaimana posisinya dalam dunia bisnis. Hal ini sangat penting sebagai dasar Anda melakukan bisnis model ini. 

Jadi, apa itu reseller ? Secara sederhana, reseller adalah orang yang menjual kembali sebuah produk. Peran reseller dalam dunia bisnis berfokus pada bagian penjualan dan penyebaran produk dari suatu perusahaan atau produsen tertentu. 

Seorang reseller akan membeli produk pada penjual atau perusahaan tertentu. Namun, tujuan pembeliannya ini bukan untuk menggunakan produk. Melainkan, menjual kembali produk tersebut dan memperoleh keuntungan. 

Banyak perusahaan yang membuka paket reseller, hal ini memudahkan seseorang yang ingin menjadi reseller suatu produk. Jika, dimanfaatkan dengan baik metode ini bisa mendatangkan banyak keuntungan dan juga memaksimalkan marketing produk.

Pengertian dari Owner 

Setelah memahami pengertian reseller, selanjutnya akan dibahas terlebih dahulu mengenai posisi owner dan posisinya dalam dunia bisnis. Sebelum membahas mengenai keuntungan menjadi reseller vs owner

Apa itu owner? owner adalah kata dalam Bahasa Inggris dan secara harafiah artinya adalah ‘pemilik dari sesuatu’. Dalam dunia bisnis, owner bisa berarti pihak pemilik suatu usaha. Namun, owner tidak perlu secara langsung memiliki atau menjalankan perusahaan. 

Owner ini bisa berjumlah lebih dari satu orang. Ada perusahaan yang dimiliki banyak orang karena adanya sistem investasi terbuka dalam membangun usaha tersebut. Owner juga tidak harus terlibat dalam menjalankan usaha tertentu dan menggunakan tenaga kerja lain. 

Keuntungan Menjadi Reseller vs Owner dari Berbagai Aspek 

Setelah memahami pengertian dari reseller dan juga owner. Berikutnya akan dibahas keuntungan menjadi seorang reseller atau owner jika ditinjau dari berbagai aspek. Dengan mempertimbangkan dan mengetahui aspek-aspeknya. 

Anda bisa lebih mudah memutuskan, lebih baik untuk mengambil posisi sebagai reseller atau sebagai owner. Jadi, Anda bisa lebih menyesuaikannya dengan kemampuan dan ketersediaan Anda. 

1. Aspek Modal  

Aspek modal adalah aspek yang perlu Anda pahami paling awal.  Secara umum, modal Reseller lebih kecil daripada modal untuk menjadi seorang owner. Hal ini karena modal reseller fokus untuk membeli produk dengan harga lebih murah. Sehingga, bisa menjual kembali dan mendapatkan keuntungan dari selisih harga. 

Sedangkan, seorang owner harus menyediakan modal dasar dari suatu usaha pastinya biaya dan permodalan sudah pasti jauh lebih besar. Namun, pada beberapa situasi bisa saja seseorang menjadi owner dengan modal yang kecil dengan sistem investasi terbuka bersama beberapa pihak lain. 

Namun, karena modal yang tersedia terbilang kecil, maka pengaruh owner tersebut tidak lebih besar dari pengaruh owner lain. Pembagian keuntungan juga tidak terlalu besar sesuai dengan modal yang ada. 

reseller vs owner

2. Aspek Kepemilikan Atas Usaha 

Aspek yang harus dipertimbangkan selanjutnya dalam keuntungan menjadi reseller vs owner adalah aspek kepemilikan atas usaha. Sebenarnya, dalam aspek ini sudah jelas menjadi owner akan lebih menguntungkan. 

Karena secara resmi suatu usaha tersebut telah menjadi milik Anda, karena Andalah yang menyediakan modalnya. Walaupun, modal yang Anda sediakan sedikit Anda tetap memiliki hak kepemilikan atas sebuah usaha yang Anda investasikan. 

Sedangkan, seorang reseller tidak memiliki hak kepemilikan apapun atas usaha. Karena perannya hanya menjual produk perusahaan tertentu. Kepemilikannya sebatas pada akses pada produk dan layanan untuk penjualan serta pembeliannya. 

3. Aspek Keterlibatan dalam Usaha 

Seperti yang disebutkan sebelumnya, seorang owner tidak harus terlibat dalam jalannya sebuah perusahaan. Owner bisa menggunakan tenaga kerja lain atau tenaga kerja ahli untuk menjalankan usahanya. 

Berbeda dengan reseller yang sudah pasti akan terlibat dalam alur sebuah usaha. Terutama, pada bagian penjualannya. Memang reseller tidak secara langsung terlibat dalam administrasi dan operasional perusahaan. 

Namun, reseller tetap menjadi bagian dari perkembangan sebuah perusahaan. Penjualan reseller merupakan bagian dari perkembangan perusahaan. 

4. Resiko Kerugian  

Jika berbicara tentang aspek kerugian yang mungkin saja terjadi, jelas owner memiliki resiko kerugian yang lebih besar daripada reseller. Namun, pada sisi yang lebih luas aspek ini mungkin saja berbeda. Misalnya, pada sisi reseller kerugian hanya meliputi proses penjualan saja. 

Reseller pasti rugi jika produk tidak ada yang membeli walaupun sudah mengusahakan promosi. Jika perusahaan bangkrut atau pailit, ini tidak akan mempengaruhi reseller secara langsung. Sedangkan, pada sisi owner ini akan sangat mempengaruhi nilai investasinya. 

Itulah pembahasan mengenai keuntungan menjadi reseller vs owner. Apapun model bisnis yang Anda ambil. Gunakan jasa tulis dari Oryza Writer untuk memaksimalkan bisnis Anda terutama di bidang marketing online. 

 

 

Share and Enjoy !

Shares